SMA Muhammadiyah Puraseda

Jalan Raya Puraseda KM 11 Desa Puraseda Kec. Leuwiliang Kab. Bogor 16640

"Religius - Cerdas - Kreatif - Mandiri " (I Dream)

Budaya SMAPUR

Senin, 07 Pebruari 2022 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 289 Kali

BUDAYA SMAPUR

I - DREAM

“ Religius – Cerdas – Kreatif - Mandiri “

 

PENDAHULUAN

Budaya SMAPUR adalah suatu asumsi, nilai dan norma yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai atau karyawan dan peserta didik yang dikembangkan dalam organisasi yang tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja sebagai kekuatan untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Pengembangan penguatan budaya SMAPUR di SMA Muhammadiyah Puraseda merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam karirnya. Peserta didik di SMA Muhammadiyah Puraseda harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan industri, dunia usaha dan dunia kerja. Lingkungan tempat bekerja berbeda dengan lingkungan sekolah, sehingga di sekolah diperlukan adanya penguatan budaya kerja.

Penguatan budaya SMAPUR bagi peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu peserta didik. 

Peserta didik dan guru sebagai sumber daya manusia yang potensial perlu memiliki bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan, dan sebagainya. Program penguatan budaya SMAPUR diharapkan mampu mensinergikan budaya kerja luar sekolah dengan budaya kerja di sekolah.

Mempertimbangkan beberapa pemikiran tersebut, maka sudah seharusnya SMA Muhammadiyah Puraseda berupaya merealisasikan terpenuhinya suasana sekolah yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan melalui program sekolah yang relevan dengan implementasi penguatan budaya kerja.

 

Tujuan Budaya SMAPUR

  1. Menciptakan suasana sekolah agar sesuai dengan standar dunia luar pendidikan.
  2. Mengembangkan soft skilldan hard skill peserta didik melalui kurikulum yang selaras dengan dunia luar sekolah.
  3. Mengimplementasikan standar karakter budaya kerja bagi warga sekolah.
  4. Mempersiapkan calon lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia luar sekolah.

 

Pengimbasan budaya SMAPUR

  1. Workshop Penyusunan Pedoman budaya SMAPUR yang menghasilkan buku Pedoman Penguatan Budaya Kerja.
  2. Pelatihan/diklat Penguatan budaya SMAPUR bagi Pendidik dan Peserta Didik SMA Muhammadiyah Puraseda
  3. Pengimbasan (sosialisasi) penguatan budaya SMAPUR bagi pendidik dan peserta didik.
  4. Memantau dalam mensosialisasikan program Penguatan budaya SMAPUR kepada peserta didik.
  5. Pembuatan poster/bahan informatif tentang penanaman budaya SMAPUR;
  6. Pembuatan konten kreatif berupa video yang diupload di channel youtube CHANNEL SMAPUR.

                          

Indikator Budaya SMAPUR

Indikator budaya kerja adalah sebagai berikut:

  1. Disiplin, perilaku yang senantiasa berpijak pada peraturan dan norma yang berlaku. Miliki kedisiplinan tinggi mempunyai karakteristik melaksanakan tata tertib dengan baik, tugas dan tanggung jawab yang baik, disiplin waktu dan kehadiran, disiplin dalam berpakaian. 
  2. Keterbukaan, kesiapan untuk memberi dan menerima informasi yang benar dari dan kepada sesama mitra kerja untuk kepentingan perusahaan. Keterbukaan dalam hal ini kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan perasaan secara jujur dan bersikap langsung. 
  3. Saling menghargai, perilaku yang menunjukkan penghargaan terhadap individu, tugas dan tanggung jawab orang lain sesama mitra kerja. Indikator dari sikap saling menghargai antara lain: membiarkan orang lain berbuat sesuatu sesuai haknya, menghormati pendapat orang lain, serta bersikap hormat kepada setiap individu. 
  4. Kerja sama, kesediaan untuk memberi dan menerima kontribusi dari dan atau kepada mitra kerja dalam mencapai sasaran dan target perusahaan. Beberapa indikator untuk mengukur kerja sama antara lain: tujuan yang jelas, terbuka dan jujur dalam komunikasi, keterampilan mendengarkan yang baik, partisipasi semua anggota, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

 

Jenis-Jenis Budaya Kerja 

  1. Menurut Tika (2008), terdapat beberapa jenis budaya kerja, yaitu sebagai berikut:
    Budaya rasional. Dalam budaya ini, proses informasi individual (klarifikasi sasaran pertimbangan logika, perangkat pengarahan) diasumsikan sebagai sarana bagi tujuan kinerja yang ditunjukkan (efisiensi, produktivitas dan keuntungan atau dampak). 
  2. Budaya ideologis. Dalam budaya ini, pemrosesan informasi intuitif (dari pengetahuan yang dalam, pendapat dan inovasi) diasumsikan sebagai sarana bagi tujuan revitalisasi (dukungan dari luar, perolehan sumber daya dan pertumbuhan).
  3. Budaya konsensus. Dalam budaya ini, pemrosesan informasi kolektif (diskusi, partisipasi dan konsensus) diasumsikan untuk menjadi sarana bagi tujuan kohesi (iklim, moral dan kerja sama kelompok).
  4. Budaya hierarki. Dalam budaya hierarkis, pemrosesan informasi formal (dokumentasi, komputasi dan evaluasi) diasumsikan sebagai sarana bagi tujuan kesinambungan (stabilitas, kontrol dan koordinasi).

 

Budaya Kerja di SMA Muhammadiyah Puraseda menumbuhkembangkan karakter 4 sikap dan sifat, yaitu sebagai berikut.

  1. Sikap dan sifat Religius;
  2. Sikap dan sifat Cerdas;
  3. Sikap dan sifat Kreatif; dan
  4. Sikap dan sifat Mandiri.

 

Budaya Kerja di SMAPUR tersebut dikembangkan dengan menggunakan kerangka konseptual berkesinambungan. Dengan memiliki keempat budaya tersebut, maka lulusan SMAPUR akan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil), siap bersaing dan memiliki integritas..

  

  1. Indikator Budaya Kerja SMAPUR.
    1. Budaya (sikap dan Sifat) Religius

Religius adalah suatu yang bersifat agamis yang berdampak pada kegembiraan dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang memiliki keyakinan religius akan bertanggung jawab atas keterbelakangan dirinya dan tidak akan pernah menyalahkan orang lalin  atas keterbelakangannya tersebut. Tetapi dia akan percaya bahwa jika ada yang salah, maka itu karena dirinya dan masyarakat karena tidak melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik. Hati orang yang mempunyai keyakinan religius tidak akan merasa benci dan dendam sedikitpun, dia akan sibuk untuk merencanakan meningkatkan kualitas hidupnya.

 

Budaya Kerja Religius menekankan pada Pembinaan & Peningkatan Mental & Sikap keimanan dan ketakwaan serta pembentukan karakter Islami melalui :

      1. Pembiasaan Tadarus Alquran berarti siswa selalu menjadikan alquran sebagai aktivitas di mana saja berada. berdzikir kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan selalu bersama siswa. Rasulullah SAW bersabda, ”Allah SWT berfirman, ’Aku berada tergantung pada prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia menyebut Aku dalam keramaian, maka Aku akan menyebutnya dalam keramaian secara lebih baik.”
      2. Pembiasaan Bersyukur berarti siswa selalu meyakini begitu banyak nikmat Allah SWT yang diberikan kepadanya, sehingga tidak dapat dihitung. Allah SWT berfirman ”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya” (QS Al-Nahl: 53). Siswa menjadi sangat cinta kepada Allah SWT dan menyibukkan diri dengan bersyukur kepada-Nya lahir dan batin, dan memperoleh kebahagiaan. Allah SWT berfirman ”Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan” (QS Al-A’raf: 69).
      3. Pembiasaan Beribadah berarti siswa selalu menjalankan ibadah wajib maupun sunnah yang dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku (QS Al-Dzariyat: 56). Allah SWT berfirman ”Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menunju Tuhahmu, maka pasti kamu menemui-Nya” (QS Al-Insyiqaq: 6).
      4. Melaksanakan kegiatan religius lain di luar sekolah maupun di dalam sekolah berupa berbagai pembinaaan antara lain muhadhoroh, pembiasaan dhuha, pembiasaan GAS (gerakan amal sholih), kajian An Nisa dan memenuhi persyaratan kenaikan kelulusan berupa tahfiz Juz 30 Al-quran serta memiliki akhlak yang baik/ akhlakul karimah.

 

Indikator :

Siswa mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai nilai Islam dalam menjalankan ajaran Agama secara komprehensif.

 

    1. Budaya (sikap & Sifat) Cerdas (Ulul Albab)

Budaya Kerja Cerdas mengarah pada Pembinaan & Peningkatan potensi, kecerdasan baik Spiritual Quotion / SQ - Emosional Quotion / EQ - Intelegensi Quotion / IQ - Adversity Quotion / AQ - Creativity / CQ) sesuai dengan tingkat perkembangan & kemampuan Peserta Didik, melaui :

  1. Melaksanakan kegiatan religius lain di luar sekolah maupun di dalam sekolah berupa berbagai pembinaaan
  2. Terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan non akademik dengan pembinaan prestasi
  3. Aktif melalui kegiatan ekstrakurikuler
  4. Terbentuknya wadah kelompok Ilmiah Remaja (KIR) berupa KIR sain (MIPA), KIR/ Klub (Bahasa (Arab & Inggris), Jurnalis Sekolah (REKAM SMAPUR), Dokter Sekolah (PMR) dan Kewirausahaan.

 

Indikator :

Siswa mampu memiliki karakter yang memilii kecerdasan lahir dan batin yang seimbang antara kecerdasan ruhani dan jasmaninya,  berilmu dan menguasai teknologi dengan tetap berlandaskan keimanan dan ketakwaaan.

 

    1. Budaya (sikap & Sifat) Kreatif

Budaya Kerja Kreatif mengarah pada Penumbuhan & Pembekalan Sikap & Kebiasaan / Habit untuk memasuki dunia kerja dengan Muatan Lokal (mulok), ekstrakulikuler & Kecakapan Hidup / lifeskill, Pelatihan dan pembinaan kecakapan sesuai bakat dan  minat, Melibatkan diri dalam kegiatan dengan dunia kerja, menyertakan siswa dalam berbagai kegiatan.

 

Pendekatan yang dapat ditempuh antara lain prinsip:

  1. kelancaran (Fluency), yaitu kemampuan mengemukakan ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah.
  2. keluwesan (Flexibility) yaitu kemampuan memberikan atau menemukan berbagai macam ide untuk memecahkan suatu masalah diluar kategori biasa.
  3. keaslian (Originality), yaitu kemampuan memberikan respon yang unik, bahan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide jadi kenyataan.
  4. Sensitivity (kepekaan), yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan suatu situasi.

Indikator :

Siswa memiliki kreativitas yang tinggi dalam menuangkan ide, menyelesaikan masalah dan mengangkap peluang sesuai situasi/ keadaan.

 

    1. Budaya (sikap & sifat) Mandiri

Budaya Kerja Kreatif mengarah pada Pengembangan potensi agar mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa dunia luar. Warga sekolah memiliki keinginan yang kuat untuk pengembangan diri dalam meraih cita-cita hidupnya, Keinginannya diupayakan melalui peningkatan rasa keingintahuan dan semangat belajar yang tinggi serta aneka kiat belajar yang efektif, sehingga memiliki wawasan yang luas melalui belajar mandiri.

dengan karakteristik :

  1. memiliki kemandiran belajar
  2. memiliki inisiatif dalam belajar.
  3. Mampu mengambil inisiatif.
  4. Mampu mengatasi masalah.
  5. Penuh ketekunan.
  6. Memperoleh kepuasan dari hasil usahanya.
  7. Berkeinginan mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orng lain.
  8. Bertanggungjawab

 

Indikator :

      1. Memiliki kemampuan akademik yang komprehensif-holistik dan memiliki kecakapan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif untuk meraih prestasi akademik dan non akademik.
      2. Terampil dalam SAIN, berbahasa Inggris dan Arab dalam berkomunikasi sehari-hari.
      3. Siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, baik di dalam maupun luar negeri.
      4. Mandiri dan bertanggungjawab dalam tindak, sikap dan pendirian.

 

  1. Pendekatan  Budaya (sikap & sifat) di SMAPUR

Budaya kerja di sekolah dikembangkan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sekolah secara menyeluruh (whole school development approach), ialah suatu pendekatan yang melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat, yaitu siswa, guru dan staf, kepala sekolah dan pemimpin pendidikan lain, serta orang tua siswa. Semua dikerahkan melalui pengembangan-pengembangan kesadaran siswa, program strategis dan kebijakan sekolah, program pembelajaran di kelas, dan program kemitraan orang tua.

 

Semua program tersebut mengarah pada keteladanan (role model) dari semua unsur terkait. Seluruh pengembangan tersebut diarahkan pada pencapaian visi sekolah. Pendekatan pengembangan sekolah secara menyeluruh dalam penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah.

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Oleh Holidin, S.Pd.

Assalamu'alaikum.Wr.Wb. Bissmillaahirrohmaanirrohiim. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah, dan karunia-Nya serta segala kebaikan yang telah diberikan…

Selengkapnya

TAUTAN